Arriba Design, desain baru dunia informasi

Di Balik Kesuksesan Marihad Simbolon Parna Raya Group

432

Parna Raya Group adalah perusahaan besar yang kini memiliki banyak sekali anak perusahaan. Kini, perusahaan tersebut memiliki 5 pilar bisnis yang menjadi tonggak berdirinya perusahaan tersebut, yaitu perusahaan yang bergerak dalam bidang logistik, energi, investasi, infrastruktur migas, dan petrokimia. Siapa sangka, perusahaan besar ini ternyata didirikan oleh Bapak Marihad Simbolon hanya bermodalkan 1 unit truk saja, dengan tekad dan jiwa yang pantang menyerah.

Marihad Simbolon
Marihad Simbolon

Di masa mudanya, atau tepatnya pada tahun 70an, Bapak Simon Simbolon, yang akrab dengan panggilan Pak Sim ini mulai bekerja di Pelabuhan Tanjung Priok. Dari sanalah kemudian ia memiliki ide yang sangat brilian, yaitu memulai bisnis transportasi hanya dengan bermodalkan 1 unit truk saja. Pada saat itu, truk yang ia miliki, digunakan untuk mengangkut barang dari kapal di Tanjung Priok. Setelah bertahun-tahun lamanya, kemudian truk yang ia gunakan bertambah hingga mencapai ratusan unit.

Setelah sukses dalam bisnis transportasinya, Pak Sim kemudian mulai melirik ke bisnis lainnya. Ia pun kemudian memiliki kesempatan untuk mengembangkan bisnis transportasinya dengan membeli 3 buah kapal untuk mengangkut semen secara massal, pupuk urea dan berbagai komoditas lainnya. Bisnis transportasinya bahkan ia jalin dengan perusahaan-perusahaan besar di Indonesia.

Seakan belum puas, Pak Sim kemudian mulai melirik ke arah lain, yaitu muncul ide bisnis untuk terjun ke dalam dunia perdagangan komoditas. Ia pun kemudian mendirikan sebuah perusahaan petrokimia yang diberi nama PT. Kaltim Parna Industri (KPI). KPI adalah perusahaan yang bergerak di industri petrokimia, atau lebih tepatnya sebuah pabrik amoniak.

Amonia adalah sebuah zat yang biasa digunakan untuk pembuatan pupuk urea, dan berbagai kebutuhan produk-produk lainnya. Perusahaannya ini didirikan dengan sejumlah investor-investor asing yang menanamkan modalnya. KPI adalah perusahaan yang berdiri pada tahun 90an, di mana pada saat itu terjadi krisis moneter di Indonesia, namun Pak Sim tetap maju dan akhirnya sukses mendirikannya.

Itulah kisah singkat yang penuh dengan inspirasi dari Bapak Marihad Simbolon, sebagai pendiri perusahaan Parna Raya Group.