Arriba Design, desain baru dunia informasi

Penyebab utama sembelit pada anak-anak

9

Sembelit atau konstipasi pada umumnya terjadi pada orang dewasa yang diakibatkan oleh pola makan yang kurang sehat dan berbagai macam penyebab berakhirnya. Akan tetapi ternyata menurut penelitian gangguan kesehatan tersebut juga bisa menyerang kepada anak-anak. Bahkan setidaknya sekitar 40% anak-anak akan mengalami sembelit sekali dalam seumur hidupnya. Bagi para orangtua perlu mengetahui penyebab utama timbulnya gangguan kesehatan konstipasi pada anak.

 

Berikut ini ada beberapa penyebab konstipasi pada anak yang perlu diketahui oleh semua para orang tua. Penyebab yang pertama adalah organ pencernaan pada anak-anak belum terbentuk secara sempurna. Fakta ini bisa menjadi penyebab mengapa seorang anak bisa terserang masalah gangguan pencernaan terlebih lagi apabila orang tua tidak bisa menjaga asupan makanan yang dikonsumsi oleh buah hati mereka. Penyebab yang kedua gangguan sembelit yang terjadi pada anak-anak adalah kesalahan orang tua yang memberikan makanan yang tidak sesuai dengan usianya. Contohnya ketika bayi berusia 6 bulan kebawah tidak sedikit orang tua yang memberikan makanan yang bertekstur padat sehingga menyebabkan kurangnya cairan pada tubuh dan menyebabkan sembelit.

Penyebab lainnya sembelit pada anak-anak dikarenakan kurangnya pergerakan buah hati kita. Anak yang cenderung pasif akan lebih beresiko mengalami gangguan pencernaan atau konstipasi anak karena pergerakan yang aktif akan membantu proses pencernaan makanan di dalam usus sehingga BAB akan menjadi lebih mudah. Pola makan yang kurang seimbang seperti kekurangan serat ataupun kekurangan asupan cairan bisa menyebabkan sembelit atau konstipasi.

 

Oleh karena itu kita sebagai orang tua perlu memperhatikan semua asupan gizi yang diterima oleh sang buah hati sehingga mereka akan mengalami kondisi yang sehat termasuk pada organ pencernaannya. Memulai untuk melatih sang buah hati agar terbiasa menggunakan toilet merupakan salah satu hal yang perlu dilakukan oleh para orang tua sehingga buah hati kita bisa melakukan kegiatan di kamar mandi secara mandiri. Akan tetapi pelatihan atau cara yang kurang tepat bisa saja menyebabkan timbulnya permasalahan konstipasi atau sembelit pada anak. Hal tersebut menjadikan anak-anak menjadi kurang nyaman menggunakan toilet.